Relational Database : Database Jobstreet Indonesia

Sebagai tugas akhir dalam mata kuliah MIS ini, saya membuat relational database mengenai Database Jobstreet Indonesia. Database ini dibuat menggunakan bantuan Microsoft Access. Dalam database ini terdapat 3 macam tabel, tabel pertama berisikan informasi tentang Job Seeker, tabel kedua berisikan tentang Job Vacancy, dan tabel yang ketiga berisikan tentang data transaksi pengajuan lamaran dalam website Jobstreet.

Database ini memiliki kompletisitas yang cukup tinggi, dilihat dari banyaknya item yang tergabung dalam database ini, dari pengguna dengan latar belakang dan expected salary yang bermacam-macam, penyedia vacancy yang terdiri dari berbagai industri dan perusahaan, dan banyaknya jumlah transaksi pelamaran yang terjadi setiap harinya.

Agar data dari tabel tersebut saling terhubung, maka dibuat relationship antar ketiga tabel, dan primary key yang menunjukkan informasi unik dari setiap tabel. Selanjutnya apabila ingin mengetahui informasi dari ketiga tabel tersebut dibuatlah berbagai macam query.

Berikut adalah gambaran dari relational database Jobstreet.

jobbjob

Pembuatan Relational Database Sederhana

Pada tugas kali ini, saya membuat sebuah relational database sederhana menggunakan software Microsoft Acess. Database yang dibuat adalah Database Penghuni Asrama UI. Dengan relational database, pemilik asrama dapat mengetahui berbagai macam informasi mengenai penghuni asrama, seperti penghuni yang berasal dari manakah yang membayar uang asrama dalam kurun waktu tertentu, atau penghuni asrama dari mahasiswa apakah yang paling mendominasi jumlahnya di asrama.

Dengan dapat mengetahui berbagai informasi tersebut, penghuni asrama dapat menganalisa dan menyusun strategi pembayaran asrama yang bagaimanakah yang baik diterapkan.

Berikut adalah gambaran dari relational database penghuni asrama yang saya buat.

dataasrama

P.S : Data yang terdapat dalam database tersebut hanyalah rekayasa semata, tidak sesuai dengan data aslinya

Pembuatan Proses Bisnis as-is dan to-be menggunakan Oracle BPM, Bussiness Process Re-engineering

Kali ini saya akan menjelaskan salah satu contoh BPR sederhaana menggunakan bantuan software Oracle BPM. Proses bisnis yang akan digambarkan dalah Proses Pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pada  BPMP2T (Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu) di Kota Depok.

Data proses bisnis ini kami dapatkan melalui wawancara dengan Bapak Saeful, Staf Perizinan BPMP2T Kota Depok.

Berikut adalah gambaran secara garis besar pembuatan SIUP pda BPMP2T Kota Depok.

siup

Berikut gambaran proses pada software Oracle BPM.

asdDengan penggambaran proses pada Oracle BPM, setiap detail proses nya dimasukkan dan dapat di input juga waktu dari setiap prosesnya. Dan dilakukan simulasi modelnya. dari hasil simulasi tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa proses yang mebuat pembuatan SIUP ini menjadi agak lama.

Oleh karena itu, beberapa proses yang dirasa tidak perlu kemudian di-cut. Dan berikut adalah hasil dari sebelum dan sesudah improvement dari proses oembuatan SIUP menggunakan Oracle BPM. Dapat dilihat penurunan waktu antara sebelum dan sesudah BPR.

sebelumsesudah

Relational Database

Relational database adalah salah satu jenis database yang paling banyak digunakan saat ini. Database ini mengatur sekumpulan data sebagai satu set tabel secara resmi dijelaskan dari mana data dapat diakses atau dipasang dengan berbagai cara tanpa harus reorganisasi tabel database, atau tanpa harus merubah susunan database. Dengan database ini kita dapat mengetahui informasi dari berbagai database yang disatukan.

Contoh penggunaan Relational database  ada banyak sekali dan dalam berbagai bidang kerja, misalnya akutansi, manajemen sumber daya manusia, bahkan industri kreatif dan lain sebagainya.

Berikut adalahh contoh hubungan tabel antara database pada Relational database.

DbSearch_001

Sistem Manajemen Database

Chapter 6 of Management Information System 10th Edition 

by Raymond Mcleod & Jr. George P. Schell

Kali ini saya akan membahas tentang Sistem Manajemen Database. Sistem Manajemen Database berfungsi untuk mengatur data yang jumlahnya sangat besar dalam suatu perusahaan. Data tersebut harus diatur dengan baik agar dapat ditemukan dengan mudah dan cepat saat dibutuhkan untuk membuat keputusan.

Bab ini membahas term-term apa saja yang ada dalam database, seperti key fields, relating tables. Dan juga beberapa jenis database. Terdapat berbagai macam database dan semuanya mempunyai fungsi khas nya masing-masing. Beberapa macam database yang dibahas dalam bab ini adalah Hierarchical Database, Network Database, dan Relational Database.

1. Hierarchical Database merupakan model data yang dimana data tersebut diatur dengan struktur data tree. Struktur ini dapat mewakili informasi menggunakan hubungan child/parent: setiap parent dapat memiliki banyak child, tetapi setiap child hanya boleh memiliki satu parent (yang dikenal juga dengan hubungan 1-ke-banyak)

2. Network Database merupakan model database yang diyakini sebagai cara fleksibel mewakili objek dan hubungan mereka. Model ini memiliki fitur istimewa yang pada skema, diperlihatkan sebagai grafik dengan tipe objek ialah node, tipe hubungannya ialah kurva, yang tidak terbatas dengan menjadi hierarki.

Berikut adalah gambaran dari Hierarchical Database dan Network Database.

file

Relational Database akan dibahas pada post selanjutnya.

Pembuatan Business Process dengan ORACLE BPM

Business Process Management (BPM) adalah sebuah metodologi pengelolaan bisnis, yang bertujuan untuk meingkatkan produktivitas dan efektivitas organisasi dengan melakukan optimasi terhadap proses bisnis.

Oracle BPM adalah suatu software yang dapat membantu kita menggambarkan atau memetakan proses bisnis. Dari proses bisnis yang sudah kita gambarkan dalam Oracle BPM tersebut, kita dapat mesimulasikannya, dan dari simulasi tersebut kita dapat mengetahui bagian proses mana yang masih terdapat kejanggalan dan dapat di improve.

Oracle BPM cukup user-friendly untuk digunakan. Bisa digunakan untuk berbagai macam proses. Berikut adalah contoh layout dari Oracle BPM.

intr_stud_full_ui_bpmpd

Study Of Employee’s Mental Revolution by Implementation BPR (Business Process Engineering)

by Dipali Biswas (2012)

Business Process Reengineering (BPR) adalah proses pemikiran ulang secara mendasar dan perancangan secara radikal terhadap proses-proses bisnis untuk meningkatkan kinerja proses bisnis. Tujuan dari Business Process Reengineering adalah bagaimana membuat semua proses yang ada di organisasi atau perusahaan menjadi meningkat.

Yang dibahas pada jurnal ini adalah bagaimana pengaruh BPR pada mental maupun kinerja karyawan. Penelitian ini dilakukan pada 40 perusahaan manufaktur di Kota Pune, India. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh dari Total Revolusi Mental karyawan selama implementasi BPR. Metode yang digunakan adalah dengan mengumpulkan data primer dari 40 perusahaan tersebut dan diolah dengan metode statistik Chi-square.

Kesimpulan yang bisa diambil dari jurnal ini adalah ketika karyawan dengan total revolusi mental ini digunakan oleh perusahaan, produktivitas secara otomatis spiral up (naik) dan juga dapat mendorong nilai-nilai lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan organisasi.

Apa itu ERP?

Sistem ERP (Enterprise Resource Planning) adalah sistem yang banyak digunakan di perusahaan perusahaan kini untuk meningkatkan kualitasnya. Praktik ERP sendiri dalam hubungannya dengan Supply Chain Management sangatlah membantu perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan keunggulan kompetitifnya.

Sistem ERP yang diimplementasikan pada suatu perusahaan tidaklah sembarangan dipilih, apabila sistem ERP tersebut tidak cocok dengan perusahaan, bukan manfaat yang didapat, melainkan kerugian.Metode yang digunakan untuk memilih sistem ERP pun ada berbagai macam, seperti scoring, ranking, mathematical optimazation, multi-criteria decission analysis, dan AHP. Dua aspek penting dalam pemilihan sistem ERP adalah sistem yang fleksibel dan vendor yang koorporatif.

Sistem ERP yang baik akan membantu perusahaan di berbagai aspek. Salah satunya dalam e-commerce, dengan manajemen inventarisasi yang baik dengan sistem ERP, pelaksanaan e-commerce pun akan semakin lancar dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.